31 December 2007

Aku Ingin “WITA” Lebih Berkembang

Hari Minggu, 30 Desember 2007, adalah hari terakhir "jatah" libur akhir tahun di Malang. Dan harus kembali ke Jakarta sekitar jam 4 sore, dengan kereta api Gajayana. Tetapi, karena sudah terlanjur janji sama Bu Mas'ulah (Pembimbing Jurnalistik) dan Pak Prianggono (Wakasek Kesiswaan), aku masih harus "bertugas" memberi materi latihan jurnalistik pada adik-adik dari eskul jurnalistik SMA Negeri 1 Tumpang (SMANETA), tempat aku menuntuk ilmu 20 tahun silam.

Jam 9 pagi, Yusta (Ayusta Cakra Iswara, adik kelasku, lulusan 1988) udah menjemput ke rumah. Padahal, aku masih sibuk fotokopi materi pelatihan. Yo wis, sambil ngobrol di pinggir jalan, disepakati akan langsung ke sekolahan dulu (lha padahal hari ini ya ada acara temu alumni "Rujak Party" di rumahnya Diah Alumni, Gang II). Sampai di sekolahan, acara langsung dimulai dengan "makan bersama" hehehe… Lha gimana lagi, wong memang sebelum acara pelatihan didahului oleh Tasyakuran atas terbitnya (kembali) majalah Widya Wiyata.


Sebelum pelatihan, Bu Mas'ulah sudah pesen duluan (dalam sambutannya), yang intinya, "Kami harap alumni tidak banyak mengkritik hasil usaha adik-adik yang sudah bersusah payah menerbitkan majalah kembali. Tapi berilah dorongan, agar bisa lebih baik lagi di edisi berikutnya." Walaah.., ya tentu Bu, tujuanku datang (kembali) ke sekolahan kan untuk memberi support, agar Majalah WITA (ini singkatan dari Widya Wiyata) tetap eksis, lebih bagus, dan tidak sekedar bisa terbit. Dan itu aku buktikan dengan memberi makalah komplit (meski cuma 3 halaman) sebagai bentuk keseriusanku.


Kurang lebih 2 jam di SMANETA memberi kuliah umum -- soalnya materi jurnalistik yang begitu kompleks harus disampaikan secara singkat dan padat, hehehe… -- pada sekitar 40 (atau 60 ?) peserta yang sangat antusias, akhirnya aku pamitan untuk ke acara berikutnya. Lumayan juga sih, selain ada anak-anak eskul jurnalistik, ada Bu Mas'ulah, trus ada Yusta, Diah, Andri (3 orang alumni yang jadi suporterku, hmmm… mudah-mudahan mereka nggak baca blog-ku). Inti acara hari ini cuma satu, aku nggak rela Majalah WITA "begitu-begitu saja" dari tahun ke tahun. Bisa nggak ya ?