
Salah satunya adalah tentang Shaman, yang dimuat Parikesit edisi Desember 1995. Tulisan yang aslinya berjudul Shaman dari Daratan Utara itu menceritakan tentang tradisi pengobatan semacam dukun di belahan dunia lain, yaitu daratan Eropa Utara, Amerika Utara sampai Finlandia dan Siberia.
Shaman sendiri adalah adat istiadat atau kepercayaan dan keyakinan yang tertua, yang kalau dilihat sepintas kepercayaan ini menyerupai zaman purba. Penganut Shaman percaya bahwa alam, walaupun terpisah dengan manusia, dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Ketidakseimbangan dapat menimbulkan masalah bagi manusia.
Shaman adalah pekerja sosial yang figurnya merupakan kombinasi antara pendeta dengan dokter. Pengobatan yang dilakukan oleh Shaman sulit diterima oleh akal sehat, tapi terbukti mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Proses pengobatannya dengan melakukan tarian ritual sambil menabuh genderang, sementara seorang Shaman bermeditasi sampai merasakan dirinya keluar dari raganya menuju dunia lain untuk mendapatkan wangsit. Shaman juga bisa melihat masa depan dengan kemampuan supranaturalnya.
Dalam perjalanan hidupnya seorang Shaman dibimbing oleh kepercayaan bahwa sukunya itu keturunan dewa yang berwujud binatang atau tumbuhan. Shaman percaya roh dan jasmani suatu kehidupan dimotori dan berhubungan erat dengan alam raya. Wuiiih…, pokoknya membaca artikel tentang Shaman ini, serasa kita dibawa ke dunia lain di masa lampau yang penuh daya magis. Sayang, aku nggak bisa menuliskan (kembali) secara utuh di blog ini. Bukannya apa, takut yang baca pada males karena kepanjangan, hehehe….