16 August 2008

STOPPRESS ! Maria Kristin Akhirnya Rebut Medali Perunggu Olimpiade Beijing 2008

Akhirnya medali pertama dari cabang bulutangkis diperoleh tim Indonesia, di Olimpiade Beijing 2008. Ini dipersembahkan dengan susah payah oleh pebulutangkis putri Maria Kristin Yulianti yang mengalahkan pemain China Lu Lan, pada partai sengit sepanjang 3 set – set pertama dimenangkan Lu Lan 11-21, dan 2 set berikutnya Maria Kristin memenangkannya 21-13, 21-15 – untuk memperebutkan medali perunggu tunggal putri, siang ini (Sabtu, 16 Agustus 2008), seperti yang dirilis Xinhuanet siang ini.

Sukses melampaui target, yaitu meraih medali perunggu di nomor tunggal putri Olimpiade 2008 Beijing, tidak membuat Maria Kristin lupa diri karena menyadari bahwa sukses tersebut tidak terlepas dari peran pelatih Hendrawan dan Marleve Mainaky. Kedua pelatih itulah yang menurut Kristin, membuatnya mampu mencapai hasil terbaik dalam karirnya setelah menumbangkan unggulan ketiga Lu Lan dari China pada perebutan medali perunggu dengan skor 11-21, 21-13, 21-15 di Beijing Uniiversity of Technology Gymnasium Beijing, Sabtu.

Hendrawan malah dianggap dianggap sebagai penyelamat karena juara dunia 2001 itu mempertahankan Maria di pelatnas dan hampir saja dicoret setelah Tim Piala Uber Indonesia gagal lolos ke putaran final dua tahun lalu."Medali perunggu ini saya persembahkan kepada pelatih Hendrawan dan Marleve yang selama ini telah membina saya. Kedua pelatih itulah yang membela saya sehingga saya tidak dicoret dari pelatnas," kata Maria Kristin usai pertandingan, yang dirilis langsung oleh Antara.
Mengenai kemenangannya atas Lu Lan, gadis kelahiran 25 Juni 1985 yang mengidolakan David Beckham dan Tom Cruise itu mengatakan bahwa pada set pertama, ia sempat tertekan sehingga sulit mengembangkan permainan sehingga kalah mudah 11-21. Tapi pada set kedua, ia mulai mengubah strategi dengan tidak memberikan bola lob kepada lawan, tapi menempatkan bola datar ke bagian kiri Lu Lan.
Strategi tersebut ternyata berhasil karena pada dua set berikutnya, gantian Lu Lan yang selalu berada dalam kondisi tertekan dan membuat Maria yang tampil tanpa beban, bisa menguasai permainan. "Saya sebenarnya sudah mulai merasakan keyakinan kalau saya bisa merebut medali perunggu setelah mengalahkan Tine Rasmussen dari Denmark," katanya.
Dengan sukses tersebut, Maria Kristin tidak hanya sukses melampaui target yang dibebankan kepadanya, tapi juga berhak atas bonus sebesar Rp150 juta bagi peraih perunggu. Sukses Maria yang di semifinal dikepung oleh tiga pemain tuan rumah China, setidaknya menyelamatkan bulutangkis putri Indonesia yang selama ini dianggap sebagai titik lemah karena sulit bangkit di arena internasional setelah era Susi Susanti dan Mia Audina.
AddThis Feed Button