18 November 2011

Mencicipi "Wuenaak"nya Rujak Cingur di Kantin Pak Hadi

Rujak Cingur? Ya benar, ini makanan khas Jawa Timur – terutama daerah Surabaya dan Malang – yang sudah tidak asing lagi. Tetapi, bagaimana kalau kita kangen makanan ini saat berada nun jauh dari daerah asalnya? Tentunya diperlukan keahlian tersendiri untuk berburu makanan (kuliner), sampai menemukan tempat yang pas dengan selera dan keinginan kita. Nah, untuk yang sudah ngebet pengen rujak cingur wuenaak di wilayah Jakarta, ini ada referensi dari detikfood yang patut dicoba.

Salah satu rujak cingur legendaris dari kawasan Menteng ini memang selalu bikin kangen. Ulegan bumbunya yang dicampur dengan petis udang kental kecokelatan. Setelah diaduk dengan sayuran plus cingur yang kinyil-kinyil empuk, gurih,sedikit manis dan pedas. Wuenaak tenan!


Memang benar kata orang kalau kangen makanan bisa melebihi rindu sama pacar. Di saat Jakarta belum kembali pulih setelah libur lebaran tempo hari, saya justru teringat rujak cingur. Sekali ini yang saya kangeni justru rujak cingur kantin pak Hadi di kawasan Kebon Sirih yang sudah lama tak saya singgahi.

Hmm... agaknya rejeki memang tak jauh-jauh. Begitu saya telepon kantin pak Hadi, mereka sudah mulai jualan. Ternyata, lalu-lintas yang lancar membuat saya sudah duduk manis di dalam kantin pak Hadi yang sederhana, 15 menit sebelum jam 12.00 siang. Biasanya kantin ini memang selalu penuh sesak oleh pelanggan pak Hadi.

Di bagian luar ada tempat buat meracik rujak dan gado-gado, dan sisi yang lain dipakai buat meracik soto. Suasana kantin tak beda jauh dari dulu. Masih sederhana. Meja kayu dan hiasan dinding plus cat hijau di jendela juga tak banyak berubah.

Pelayan di kantin ini semuanya laki-laki dan kalau diajak ngomong cara Suroboyo mereka langsung akrab. Pesanan rujak cingur sedikit lama karena harus menunggu bumbu diuleg langsung. Seporsi rujak cingur (Rp. 20.000,00) yang ditutupi saus cokelat kentalpun tersaji dengan aroma wangi gurih yang sedap.

Isian rujak cingur ini tak jauh beda dengan rujak cingur umumnya. Kangkung, tauge, bengkuang, nanas, kol, dan timun plus irisan cigur alias hidung sapi. Yang menarik justru bumbunya. Karena kelezatan rujak cingur terletak pada bumbunya terutama petisnya.

Ada yang kecokelatan agak hitam dan cenderung manis. Ada juga yang cokelat tua kental seperti racikan pak Hadi ini. Kacang tanahnya digerus tidak terlalu kasar dan tidak berminyak. Sementara aroma petis Sidoarjonya juga tidak terlalu nonjok kuat. Jadi, buat yang tidak terlalu doyan petis pun masih bisa menyantapnya.

Gaya racikan bumbu rujak cingur pak Hadi ini nyaris tak ada yang berubah. Ada krenyes kacang tanah, rasa manis yang tidak berlebih dan wangi petis yang sedap. Cingur sapi nya meskipun hanya beberapa iris tetapi cukup kenyal empuk dan gurih. Paling pas tentu dinikmati dengan kerupuk kanji. Kriuk renyah kerupuk ini paling asyik dicocol dengan sisa bumbu rujak yang mlekoh mantap.

Kantin Rujak Cingur
Pak Hadi Khas Surabaya
Jl. Wahid Hasyim 48
Jakarta Pusat
Telpon : 021- 391-0357/ HP: 08581-3333645
Buka : 08.00 – 21.00

***
sumber: Odilia Winneke - detikFood