02 June 2008

Tentang PERSPEKTIF, Gus Dur dan Obama

Tadinya, aku lagi nyari referensi masa kecilnya Barack Obama (yang lagi gencar-gencarnya bersaing untuk menuju orang nomor satu di Amerika Serikat) saat di Indonesia dulu di Google. Eeeh.. malah nyasar ke website-nya Om Wimar Witularwww.perspektif.net – yang lagi mbahas Obama di mata Gus Dur, dan ditayangkan ANTV Senin, 26 Mei 2008.

Terus terang aku nyesel nggak bisa nonton tayangan tersebut, karena memang nggak tau kalau senin kemarin itu “jatahnya” Gus Dus muncul di Perspektif-nya Om Wimar. Jadi tulisan Mas Didiet Adiputro – yang ada di website tersebut – aku ambil utuh (mudah-mudahan nggak dimarahin Om Wimar, hehehe…), untuk aku tampilkan di blog ini. Berikut selengkapnya :
***

Gus Dur: Obama Sangat Menghargai Negara-negara Asia

"Bangsa Amerika sebenarnya ingin perubahan, tapi mereka tidak mendapat kans itu dari Hillary Clinton". Hal tersebut mungkin hanya sebagian kecil dari pengamatan Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid seusai berkunjung selama 11 hari di Amerika Serikat untuk menerima beberapa penghargaan. Gus Dur berkesempatan menjadi tamu dalam edisi special Perspektif Wimar kali ini, yang membahas tentang pemilihan presiden di AS.


Dalam pandangannya, Gus Dur meyakini Obama punya kans besar di pemilihan presiden mendatang. Hal ini dikarenakan Obama selalu bicara tentang perubahan-perubahan. Dan yang lebih penting lagi bahwa Obama juga sangat menghargai negara-negara Asia yang telah banyak mengalami kemajuan terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan. Sementara concern Clinton tentang politik luar negeri adalah tetap menjaga dominasi Amerika di dunia.


Gus Dur yang juga mendapat penghargaan dari Temple University dengan diabadikan namanya menjadi sebuah kelompok studi yang bernama Abdurrahman Wahid Chair of Islamic Study, juga khawatir tentang keselamatan Obama. Maksudnya?


Menurut Gus Dur, Presiden Kennedy pada waktu itu juga akan melakukan banyak perubahan tapi keburu ditembak. Nah, hal ini yang ditakutkan akan terjadi pada senator Illinois ini.Begitu juga dengan Richard Nixon yang keburu dilengserkan.


Bagi mantan ketua PB NU ini, Amerika sudah terlalu banyak meminta dari kita. Karena kita merupakan salah satu paru-paru dunia selain Brazil, maka menurut Protokol Kyoto semestinya Indonesia mendapatkan 4 US Dollar untuk setiap hektar dari hutan yang kita miliki. Bisa dibayangkan dana yang akan kita dapatkan kalau para Negara maju melakukan hal tersebut? Pasti akan sangat bermanfaat dalam pemulihan ekonomi.


Selain itu, dalam pertemuannya dengan anggota kongres dan Wakil Presiden Dick Cheney, Gus Dur berpesan satu hal. Yaitu agar mereka membuat pandangan terhadap Islam secara dialogis.