07 August 2008

Obama Janji Tarik Pasukan AS di Irak tahun 2010

Persaingan menuju orang nomor satu negara adikuasa Amerika Serikat (AS) makin memanas. Seperti dilaporkan AFP, calon presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama mendapat dukungan besar dari Perdana Menteri (PM) Irak Nuri al-Maliki terkait penarikan pasukan AS hingga 2010.

Senat di Washington – minggu terakhir Juli 2008 – mengeluarkan pernyataan tertulis Obama bahwa PM Irak telah mengungkapkan sekarang waktu yang tepat untuk memulai rencana pengaturan kembali tentara AS di Irak, termasuk jumlah dan misi mereka di Irak.

Obama berada di Irak setelah berkunjung ke Afganistan sehari sebelumnya. Lawatan ini bertujuan untuk memantau perkembangan terbaru dan pengumpulan data serta fakta seputar situasi di Irak. Senator Rhode Island dari Demokrat Jack Reed serta Senator Nebraska dari Republik Chuck Hagel ikut hadir dalam rombongan Senator Illinois tersebut.

Capres kulit hitam pertama di AS tersebut berjanji bila terpilih sebagai presiden pada November mendatang, langkah awal yang akan dikerjakannya adalah mengubah kebijakan AS, khususnya menumpas kelompok teroris Al-Qaeda dan Taliban. Dia berjanji akan menarik pasukan AS di Irak sebanyak satu hingga dua brigade selama kurun waktu 16 bulan.

Di sela-sela pertemuan, Maliki mengungkapkan gambaran situasi keamanan terbaru di Irak kepada Obama. Menurut pernyataan tertulis Maliki, Irak telah sukses menyelesaikan tantangan permasalahan dan keamanan. Irak berhasil menang atas Al-Qaeda dan kelompok milisi lainnya. Saat ini Irak berusaha membangun perekonomiannya.

Obama menilai fokus AS di Irak merupakan suatu kesalahan besar. Dia meyakini saat ini kelompok yang dituding sebagai dalang insiden 11 September 2001 silam mulai mengembangkan kekuatannya di Afganistan.

Jauh sebelum kunjungan Obama, Maliki dan Presiden AS George W. Bush sepakat untuk memasukkan jadwal waktu penarikan pasukan AS dalam pembahasan pakta keamanan AS-Irak. Mengenai hal ini, juru bicara Gedung Putih, Dana Perino, menegaskan waktu definitif tidak termasuk dalam pakta tersebut.


AddThis Feed Button