Tampilkan postingan dengan label Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Tampilkan semua postingan

02 Agustus 2008

Ditetapkan, 10 Daerah Tujuan Wisata Unggulan Indonesia

Sebagai kelanjutan dari program pemerintah yang menetapkan tahun ini sebagai tahun kunjungan wisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) menetapkan 10 (sepuluh) daerah tujuan wisata unggulan Indonesia.

Pemerintah pun rencananya juga akan segera mempromosikan sepuluh daerah itu, yang dilakukan dalam 2 tahap, yang diyakini sepuluh daerah tersebut akan potensial menjaring tujuh juta wisatawan pada tahun 2008 ini.

Tahap pertama ialah wilayah:
1. Nusa Tenggara Timur (NTT)
2. Nusa Tenggara Barat (NTB)
3. Sulawesi Utara (Sulut)
4. Sulawesi Selatan (Sulsel)
5. Sumatera Barat (Sumbar)

Sedangkan untuk tahap kedua, meliputi wilayah:
6. Sumatera Utara (Sumut)
7. Sumatera Selatan (Sumsel)
8. Kepulauan Riau (Kepri)
9. Papua Barat (IJB)
10. Kalimantan Timur (Kaltim)

Menurut Direktur Pengembangan Destinasi Pariwisata, Achyaruddin, ke sepuluh daerah tersebut akan menerima bantuan dari pemerintah berupa dana pengembangan obyek wisata, dengan besaran yang ditetapkan berdasarkan kekuatan pemerintah daerah (pemda) masing-masing.

Sebagai ancang-ancang, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp. 60 miliar untuk sepuluh daerah tersebut. Bisa jadi, seluruh dana akan ditanggung oleh pemerintah pusat bila pemerintah daerah (pemda) yang bersangkutan benar benar tidak mampu.

Departemen Pariwisata memilih sepuluh daerah tersebut sebagai tujuan wisata Indonesia berdasarkan besarnya jumlah kunjungan wisata. Sumatera Barat misalnya, daerah yang selama dua tahun berturut-turut menjadi daerah wisata unggulan ini mengalami kenaikan kunjungan wisatawan sebesar 10% setiap tahun.

30 Juni 2008

Pasca Travel Warning Dicabut, Kunjungan Wisatawan Naik

Nampaknya, pencabutan larangan perjalanan atau travel warning oleh pemerintah Amerika Serikat mulai memberikan dampak positif terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Perusahaan biro perjalanan mulai kebanjiran paket wisata dari berbagai negara tak hanya dari Amerika Serikat saja.

Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Wisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim menyatakan, sekarang ini tingkat kunjungan wisatawan mancanegara rata-rata naik 15% hingga 17% per bulan, ketimbang tahun lalu. Bahkan, nanti pada periode Juli-Agustus dan akhir tahun bisa jauh berlipat.

Dengan kenaikan ini, pemerintah berharap junlah wisatawan mancanegara bisa melonjak 27,8% atau naik dari 5 juta pengunjung pada tahun 2007, menjadi 7 juta pada 2008. Karena itu, Firmansyah berharap berbagai pihak baik pengelola hotel, travel agent, pengelola obyek wisata, dapat makin memberikan kenyamanan bagi para wisatawan.

Salah satu contoh konkritnya adalah Kabupaten Buleleng, Bali. Melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Puja Erawan, Kabupaten Buleleng siap mendukung langkah pemerintah untuk mendongkrak jumlah wisatawan. Puja menyatakan akan menggalakkan Gerakan sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona yang dicanangkan pemerintah. Dan itu masih menurut Puja, akan didukung oleh persiapan sejumlah program untuk mendukung kegiatan yang diharapkan mampu menunjang peningkatan kunjungan wisatawan itu sendiri.

Lantas, bagaimana dengan daerah (obyek wisata) lainnya ?