Tampilkan postingan dengan label Wisata Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Jakarta. Tampilkan semua postingan

06 Desember 2011

Tourism Old City, No Differences with Market


Day on 23 October last month, I took myself to the streets to the old town (Kota Tua, Jakarta), as had long been stopped, had implied in mind about buildings that have a high historical value.

Arriving at around 5 pm, wishful thinking about the Dutch cannon and post office, immediately go away, because many vendors present merchandise, ranging from food, DVDs or temporary tattoo, wow ..., chaotic desires take building drawings, not to mention the singers, beggars and motorcycle parking for the more lively atmosphere (very dense).

18 November 2011

Mencicipi "Wuenaak"nya Rujak Cingur di Kantin Pak Hadi

Rujak Cingur? Ya benar, ini makanan khas Jawa Timur – terutama daerah Surabaya dan Malang – yang sudah tidak asing lagi. Tetapi, bagaimana kalau kita kangen makanan ini saat berada nun jauh dari daerah asalnya? Tentunya diperlukan keahlian tersendiri untuk berburu makanan (kuliner), sampai menemukan tempat yang pas dengan selera dan keinginan kita. Nah, untuk yang sudah ngebet pengen rujak cingur wuenaak di wilayah Jakarta, ini ada referensi dari detikfood yang patut dicoba.

Salah satu rujak cingur legendaris dari kawasan Menteng ini memang selalu bikin kangen. Ulegan bumbunya yang dicampur dengan petis udang kental kecokelatan. Setelah diaduk dengan sayuran plus cingur yang kinyil-kinyil empuk, gurih,sedikit manis dan pedas. Wuenaak tenan!

07 Agustus 2011

Mantabnya Kedai Kopi Bersuasana Pecinan Jadoel


Jika Anda tinggal di Bintaro-Bekasi-Bogor-Depok dan lainnya, sudah pasti anda berlomba lomba berangkat sepagi mungkin untuk menghindari kemacetan parah di Jakarta. Alhasil sampai di kantor pun, kepagian!!! Bahkan lebih pagi dari satpam yang bertugas membuka pintu kantor. Kalau sudah gini tak salah nongkrong deh di kedai terdekat. Biasanya pasti kedai kopi. Sambil mengisi energi, karena kopi biasanya dapat memberikan efek kebugaran hingga beberapa jam mendatang.

Kedai Kopi Doeloe sejak 1959 di kawasan Kota Tua, tepatnya di Jl. Roa Malaka Jakarta Barat ini tampaknya bisa menjadi tempat menunggu paling pas. Oya, tulisan sejak 1959 sendiri hanyalah sebuah simbol. Meski kedai ini baru buka di tahun 2010, namun sejatinya kedai ini telah ada di Medan sejak tahun 1959 dengan nama Kopi Deli. Namun kedai ini sempat tutup beberapa tahun dan akhirnya terpikir untuk membuka lagi, namun di Jakarta. Jadilah tulisan tersebut di pasang kembali, 1959. Karena kedai ini memang hanya menjual kopi Medan dengan teknik seduh tradisional seperti digunakan di Kedai Kopi Deli dahulu.

Disini, suasananya, pecinan jadoel, selaras dengan lagu-lagu oriental yang diputar pelan. Tenang sekali. Lalu sembulan aroma kopi Medan lamat lamat akan memenuhi rongga hidung, harum sekali. Tajam dengan sedikit aroma asam yang rapuh.

Kopi Tunggal, Kopi Luwak dan Kopi Brownies

Pecinta kopi pasti tak sabar untuk merasakan nikmatnya kopi tunggal. Kopi yang diyakini dapat menambah vitalitas kaum pria. Tak menyia-yiakan kesempatan, saya pun memesan kopi yang juga biasa di sebut "kopi lanang" ini. Rasanya? Halus tidak terlalu kuat namun memiliki rasa kafein yang cukup tajam. Mantap! Dan karena kopi yang ada disini semua dalam bentuk biji kopi dan baru digiling ketika ada pembeli, maka rasa kopinya sangat segar. Ini terasa dari berfungsinya seluruh indera perasa di lidah saya yang mampu menangkap rasa manis sekaligus pahit dan asam pada secangkir kopi murni tanpa gula ini.

Di sebut kopi tunggal atau kopi lanang, karena secara fisik, kopi ini memang berbeda dengan kopi lain yang terbelah dua. Biji kopi ini berbentuk bulat dan tunggal. Biasanya didapat dari jenis kopi Robusta. Paling cocok diminum di udara dingin, seperti ketika tahun lalu saya ke Banyuwangi, di daerah perkebunan kopinya (milik Pak Iwan), saya mencicip kopi tunggal dan sangat enak di badan. Jadi hangat.

Sebagai tambahan, kopi lanang ini paling enak diseduh secara tubruk. Tak usah coba-coba diseduh bersama dengan susu atau cream, karena usaha anda justru akan merusak rasa dan aroma kopi tunggal yang tajam. Cukup diseduh saja dengan air panas, tunggu 4 menit dan aduk lalu nikmati tanpa gula atau sedikit saja gula jika tidak tahan pahit.

Selain kopi tunggal disini juga ada kopi luwak. Tapi saya tidak mencoba karena kopi luwak sudah bisa dipastikan rasanya sangat enak, dengan aroma lembut dan manis alami yang benar benar manis tanpa bantuan gula. Saya memesan kopi lain yang bernama kopi brownies.

Brownies manis yang ditutup dengan ice cream vanilla dan digarnis mini cup cakes kemudian diguyur kopi tubruk yang sudah dipisahkan dari ampasnya. Ceeessss … manis yang berpadu dengan pahit dan panas yang menyatu dengan dingin. Rasanya nikmat tiada tara. Buat yang tidak ingin kopinya menjadi terlalu kental saya menyarankan untuk tidak mengaduk ke empat komponen dalam cangkir tersebut.

Makanlah satu persatu dengan sendok dan nikmati vanila kopi dan brownies kopi yang lembut. Sungguh acara ngopi yang luar biasa. Harga kopi tunggal Rp 18.000 per gelas dan kopi brownies Rp 15.000 per gelas.

Makanan Unggulan

Harga kopi mi doeloe Rp 18.000. Hidangan khas Tio Ciu ini dijamin akan membuat anda kangen untuk datang dan datang lagi. Pasalnya anda cari dimana pun mi ini, nggak akan ada yang menjual dengan rasa yang sama. Karena kekuatan masakan ini dimana pun diseluruh dunia, adalah terletak pada racikan mi-nya yang home made.

Mi yang terbuat dari tepung beras ini sudah langsung bercampur dengan aneka rempah dan bumbu dapur. Jadi ketika memasak, benar-benar tak perlu diberi bumbu apa-apa lagi. Hanya tinggal sayur yang ditumis dengan minyak bawang, kemudian mi dimasukkan dan langsung disajikan hangat. Rasaya? Gurih aroma minyak bawang dan sayur sayuran yang ditumis seperti aroma wortel, daun bawang dan taoge yang lembut.

Selat Popiah Rp 12.000 per 5 biji. Jajanan atau makanan kecil khas Medan yang cukup susah dijumpai di Jakarta akan kita jumpai disini. Hm,… luar biasa. Rasanya enak sekali. Adonan kue yang dibentuk mangkuk kemudian diisi dengan aneka tumisan sayur segar. Mantab! Untuk bisa mencoba makanan ini sendiri, anda perlu bersabar sebentar, karena mesti masuk dalam kategori makanan ringan, tapi selat popiah ini benar benar baru akan diracik ketika anda memesan. So dijamin selat popiah yang ada di meja anda dalam keadaan panas dan dengan sayur yang segar.

Lumpia dan Risoles

Selain selat popiah yang baru dibuat ketika anda memesan, lumpia dan risoles juga benar benar baru dibuat isinya dan kemudian digulung dengan kulitnya lalu digoreng begitu anda memesan. Rasanya? Tentu lumpia dan risoles hangat rasanya sangat nikmat. Dengan garing kriuk kulitnya yang home made, kemudian berbaur jadi satu dengan isiannya.

Selain ketiga makanan diatas, disini juga ada siomai ayam udang yang benar benar seharusnya sebuah siomai, yaitu berisi daging bukan tepung. Kres-nya dapet banget. Apalagi ketika dicocol dengan saus home made-nya. Nyaaam. Saya juga coba pisang lumpia dan roti bakarnya. Roti bakar keju tape-nya, bikin merem melek. Tapenya juga home made loh.

Oya selain kopi, disini anda juga dapat menikmati aroma harum dan nikmatnya teh cina yang di seduh dengan teknik kung fu cha. Dimana, kedai ini memang bekerja sama dengan kedai teh Siang Ming yang sudah terkenal akan kung fu cha-nya. Selamat menikmati…
***
sumber: travel.kompas.com

17 Juli 2011

Mi Yamien 88 Cijantung, Enaknya Sampai Ke Jantung

Mi Yamin memang tidak sepopuler mi ayam. Namun, santapan satu ini mulai banyak disukai orang karena citarasa yang berbeda. Nah, Anda ingin mencicipi mi yamin yang enak? Singgah saja ke Kedai Yamien 88 Cijantung di Cijantung, Jakarta Timur.

Kalau Anda hobi menyantap mi ayam, tak ada salahnya mencoba kenikmatan mi yamin. Kedua masakan ini boleh dibilang serupa namun tak sama. Bedanya, mi ayam disajikan dengan kuah, sementara mi yamin dihidangkan tanpa kuah alias kering. Mi yang dihidangkan pun sudah bercampur dengan berbagai bumbu yang ada.

14 Juli 2011

Di Monumen Nasional, Berwisata Pendidikan dan Sejarah


Hampir setiap hari, ruang museum nasional dipenuhi pengunjung yang sebagian besar adalah anak-anak sekolah, juga pengunjung lokal maupun asing.

Selain menjadi pusat bisnis, tempat ini juga merupakan kota yang banyak menyimpan cerita sejarah sejak Indonesia dijajah Belanda hingga perebutan kemerdekaan. Salah satu pusat wisata pendidikan dan sejarah yang bisa dikunjungi adalah tugu dan museum yang ada di Monumen Nasional atau disebut Monas.

Pengunjung bisa memperoleh banyak informasi tentang sejarah dan pembangunan Monas dengan membayar Rp 2.500 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak atau pelajar. Sementara itu, pengunjung yang ingin naik ke pelataran puncak dan api kemerdekaan mesti membeli tiket lagi Rp 7.500.

Monas didirikan pada 17 Agustus 1961, pada masa pemerintahan Presiden Indonesia pertama, Soekarno. Tugu ini dibangun dengan harapan masyarakat Indonesia akan selalu mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, serta terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Dalam tugu Monas, terdapat beberapa tempat yang bisa dikunjungi. Ada Museum Sejarah Nasional, ruang kemerdekaan, pelataran puncak dan api kemerdekaan, serta relief sejarah Indonesia, yang terdapat pada bagian luar tugu. Museum Sejarah Nasional Indonesia terdapat di lantai dasar monumen.

Ruangannya sangat luas, berbentuk kotak dengan luas 80 m x 80 m. Di sini, pengunjung bisa melihat 51 diorama yang menampilkan sejarah Indonesia; mulai masa prasejarah, masa kemaharajaan kuno seperti Sriwijaya dan Majapahit, masa penjajahan bangsa Eropa, disusul masa prakemerdekaan melawan VOC dan pemerintah Hindia Belanda.

Diorama berlangsung terus hingga masa pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan dan masa revolusi, hingga masa Orde Baru di masa pemerintahan Soeharto.

Pengunjung juga dapat melihat koleksi foto hitam putih, yang dipajang pada beberapa tiang dalam ruang. Tempat bersejarah lain adalah ruang kemerdekaan, yang terdapat di bagian dalam cawan monumen.

Ruangan ini menyimpan simbol kenegaraan dan kemerdekaan Indonesia, di antaranya naskah asli Proklamasi 17 Agustus 1945 yang disimpan dalam kotak kaca di dalam gerbang berlapis emas, lambang negara Indonesia, peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas, bendera merah putih, dan dinding yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ruang Kemerdekaan ini digunakan sebagai ruang untuk mengheningkan cipta, mengenang perjuangan para pahlawan bangsa.
***
sumber: sinarharapan.co.id

10 Maret 2009

Istana Merdeka, Alternatif Wisata Kota Jakarta

Minggu kemarin, aku dapat kiriman artikel dari Drs. Winarto – kakak kelasku waktu di SMA – tentang sejarah dan seluk beluk Istana Negara yang ada di Jalan Merdeka Selatan - Jakarta Pusat, yang juga biasa disebut dengan Istana Merdeka. Menarik, karena Mas Win (begitu biasa aku memanggil) yang kini menjadi Kepala Sekretariat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), dengan cermat memaparkan sejarah istana kepresidenan ini sejak jaman Belanda sampai saat ini, sepanjang 18 halaman.

Dan memang tidaklah mungkin, kalau tulisan tersebut aku masukkan blog ini (bisa-bisa menjadi 20 bagian tulisan nantinya, hehehe...). Cuma, satu hal yang menarik dari tulisan Perwira Menengah TNI tersebut adalah makin tingginya minat masyarakat untuk datang – dan berwisata – ke istana yang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut dengan ”Istana untuk Rakyat”.