Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

30 September 2014

Cita Rasa Gurih di Depot “Soto Lombok”

Mungkin bila pembaca mendengar nama “Soto Lombok”, pasti akan memikirkan bahwa soto ini memiliki cita rasa yang pedas atau berasal dari Lombok. Namun semua dugaan itu tidak benar, karena nama “Soto Lombok” ini didapat dari depot yang terletak di Jalan Lombok No. 1, Kota Malang. 

Depot Soto Lombok ini sudah berdiri sejak tahun 1955 yang dirintis oleh Alm. Abdurrahman Mustadjab. Masakan Soto Lombok ini sudah banyak dikenal masyarakat, karena cita rasa soto yang lezat, gurih, aroma rempah-rempah yang kuat dan berkuah kental dengan taburan koyah diatasnya.

Seporsi Soto Lombok terdiri atas nasi, irisan kol dan kentang rebus, telur rebus, taoge, soun, seledri, bawang goreng, serta potongan daging ayam yang kemudian disiram dengan kuah yang kental dan bewarna keruh kecoklatan. Tidak lupa juga tambahan bumbu khusus yaitu bubuk koya yang terbuat dari parutan kelapa yang disangrai.

29 Mei 2013

Toko "OEN" : Restoran Legendaris, Bersuasana Tempo Doeloe



Kota Malang masih menyisakan pesona dari masa kolonial Belanda. Kalau ingin berlibur sambil menikmati suasana tempo doeloe, mampir saja ke Toko 'Oen'.

Toko 'Oen' adalah toko tua yang menjadi favorit wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Malang. Anda juga patut datang ke tempat ini untuk menikmati makanan dan sejarahnya.


Terletak di Jl Basuki Rahmat No 5, Malang, Toko 'Oen' tampil dominan dengan arsitektur gaya lama dengan jendela-jendela besar. Suasana di dalam toko pun seolah tidak berubah sejak pertama berdiri pada 1930.


Saat berada di dalam, ada tulisan besar di dinding. "Welkom in Malang, Toko "Oen" Die Sinds 1930 Aan De, Gasten Gazelligheid Geeft." Belanda banget gayanya.
Begitu pula dengan kursi rotan, meja-meja bulat dan aneka gambar di dinding yang menyiratkan suasana tempo dulu. Puas dengan atmosfer kolonial, saatnya menjajal makanan.


Menurut Nia, salah satu staf Toko ‘Oen’ , yang jadi favorit di tokonya adalah es krim, semua rasa. Karena asli bikin sendiri, tanpa pengawet dan bikinnya manual. Selain itu, masih menurut Nia, masakan yang paling disuka adalah Oxtongue Steak atau steak lidah, harganya Rp 45.000.

Es krim dihargai Rp 13.000 per scoop, kecuali es krim durian yang dibandrol Rp 20.000. Toko 'Oen' juga menjual aneka kue seperti sus, lemper, risoles, dan lain-lain. Nah, di tempat ini makan berat pun bisa. Toko 'Oen' punya aneka menu Indonesia maupun China.

Khusus masakan ‘makan berat’ kelezatan steak lidah Toko ‘Oen’ sudah tidak diragukan lagi. Buktinya, Toko 'Oen' terus kebanjiran wisatawan dalam dan luar negeri. Rombongan turis asing banyak tiap hari. Paling banyak Belanda, tapi dari negara lain juga banyak. Kalau libur atau akhir pekan pasti ramai.


Toko 'Oen' buka setiap hari dari pukul 08.00-21.30 WIB. Jangan ragu datang ke tempat ini saat liburan ke Malang. Nikmatilah suasana kolonial tempo doeloe bersama steak lezat dan akhiri hari dengan satu scoop es krim yang lekker!

*** 











23 Mei 2013

Nikmatnya Burger Raksasa di “Depot 27” Lowokwaru (Malang)


Pastinya Anda sudah tidak asing lagi mendengar kata burger di telinga Anda.  Burger adalah makanan berbahan roti dengan isian berbagai macam daging dan sayuran. Namun di  Kedai 27 tempatnya di Jalan Sarangan 27 Lowokwaru (masuk wilayah Malang Utara)  menawarkan burger dengan ukuran yang tidak lazim. Mengapa bisa tidak lazim? Karena ukuran dari burger ini mempunyai diameter 20 cm. Ukuran yang ekstra besar inilah burger ini dinamakan Burger Buto. Karena terlalu besarnya, burger ini dapat dinikmati sampai 3-4 orang sekaligus.

Selain menyediakan Burger Buto, Kedai ini juga menyediakan beberapa varian menu yang pastinya membuat kagum para pelanggan dikarenakan ukuran makanan yang disajikan extra besar. Beberapa menu itu diantaranya Burger Buto dengan diameter 20 cm, Burger Long yaitu semacam hotdog dengan panjang 40 cm dan lebar 15 cm. Selain burger, di Kedai 27 Kota Malang ini juga menyediakan menu varian Nasi Ndeso yaitu nasi bakar.

21 Mei 2013

Kuliner di Malang, Jangan Lewatkan Sambal Bawang Mbah Jayus


Satu lagi wisata kuliner Malang yang harus dicoba di Malang, apalagi bagi peminat pedas, yang satu ini harus segera dicoba. Sambal bawang Mbah Jayus, dari namanya saja sudah dapat kita mengerti yang ditawarkan di wisata kuliner satu ini pasti sambal bawang.

Awalnya mungkin wisata kuliner ini hanya diminati mahasiswa karena letaknya yang di wilayah kampus ABM atau Malangkuceqwara dan Kampus Widyagama. Tetapi sekarang warung Mbah Jayus ini menjadi salah satu wisata kuliner terkenal di Kota Malang, mungkin para pendatang yang dulunya berkuliah di Malang, atau mungkin kerabat para mahasiswa yang ingin mencoba setelah mendengar cerita dari para mahasiswa tersebut.

20 Mei 2013

Mantapnya "Soto Lombok" Legendaris Kota Malang



Jika mendengar nama “Soto Lombok”, mungkin rasa pedas yang teramat sangat yang menghampiri fikiran kita, atau mungkin soto yang satu ini berasal dari Lombok. Namun itu semua tidak ada yang benar, karena soto ini ternyata berada di Jl. Lombok No. 1, Malang. Sehingga soto ini dikenal dengan nama “Soto Lombok”. Salah satu penjual soto di Malang yang cukup legendaris, sudah berdiri sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dengan cita rasa yang khas.
Semangkuk soto yang terdiri dari telur rebus, irisan kol, taoge dan suwiran daging ayam yang kemudian disiram dengan kuah santan kuning. Tak lupa taburan seledri dan koya yang membuat soto ini menjadi lebih istimewa, disajikan dengan nasi maupun lontong. Di meja juga tersedia pelengkap untuk menyantap soto, ada sambal, kecap manis dan air jeruk nipis yang ditaruh di dalam botol serta kerupuk yang selalu menemani saat menyantap soto.

15 Mei 2013

Sengatan Pedas "Ceker Setan" Pak Sugeng



Kalau jalan-jalan ke Malang, jangan lupa menjelajah kuliner khas kota berhawa sejuk ini. Salah satu makanan paling populer di Kota Apel adalah ceker pedas. Di Malang banyak kedai yang menjajakan masakan berbahan baku utama ceker alias cakar ayam dengan kuah berasa pedas ini.

Kedai ceker pedas yang terkenal di kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur tersebut adalah Ceker Setan Pak Sugeng. Posisi warung makan yang berdiri tahun 2008 tersebut ada di Jalan Jakarta, persis di seberang gedung School of  Business (SOB) Malang.

21 November 2011

Mengenal Bakso Legendaris Kota Malang: “Bakso President”


Berkunjung ke Kota Malang, sungguh sangat disayangkan bila melewatkan wisata kuliner di kota berhawa sejuk ini, karena Malang memang memiliki ragam wisata kuliner yang cukup banyak dan juga menarik bagi mereka yang suka berwisata kuliner. Setelah tiba di kota ini, salah satu makanan yang menjadi incaran pertama, biasanya ya bakso-nya, yang sudah dikenal hingga ke berbagai pelosok negeri.

Nah dari sekian banyak penjual bakso yang ada di kota Malang, Bakso President merupakan bakso yang paling sering disinggahi wisatawan domestik, padahal letaknya bukan di pinggir jalan besar atau jalan utama kota Malang lho. Tepatnya, terletak di belakang Mitra II Department Store (pinggiran rel kereta api), lebih tepat lagi di Jl. Batanghari No. 5, Malang.

Bakso President menyediakan beberapa jenis isian bakso yang bisa kita pilih sesuai selera. Ada bakso halus, bakso urat, bakso goreng, pangsit goreng, pangsit rebus, bakso udang, bakso panjang, tahu, kikil, jerohan, mie, lontong, soun, mie gulung dan juga kripik bakso.

Untuk masalah harga, biasanya dihitung berdasarkan jumlah isian yang kita pesan. Namun seperti penjual bakso lainnya, bakso president juga menyediakan racikan bakso yang bisa kita pilih, ada bakso campur biasa, super, komplit, jerohan, hemat dan juga yang spesial. Untuk harganya sendiri, mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000/ porsi.

Waktu yang tepat untuk menyantap bakso memang saat sore hari atau tiba waktu malam, tapi sayangnya sebelum jam 5 sore sudah banyak jenis bakso yang sudah tidak ada. Jadi sebaiknya datanglah ke tempat ini siang hari saja, bila Anda ingin mencoba semua variasi Bakso President.

Bakso President
Menu Andalan:
Bakso
Harga:
Rp 5.000 - Rp 15.000
Alamat:
Jl. Batanghari No. 5, Malang ; Telp. 0341-496746
***



19 November 2011

Di Sidoarjo, Ada Wedang Ronde Rasa Coklat dan Nangka


Anda bosan dengan wedang ronde dengan rasa yang itu-itu saja? Kini tak ada salahnya mencoba wedang ronde rasa baru yakni coklat dan nangka. Wedang ronde coklat adalah seduhan air jahe dengan bola-bola ketan yang diisi coklat atau nangka di dalamnya.

Tentu saja disajikan dengan kacang yang sudah disangrai, kolang-kaling, mutiara dan kelapa muda. Wedang ronde dengan dua rasa itu tersedia di Kedai Mak Nyuzz!

Kedai Mak Nyuzz didirikan oleh dua orang pecinta minuman khas Jawa ini, Aries Adiastuti (24) dan Ardita Windrawan (27). Berawal dari coba-coba, lahirlah ronde dengan beragam rasa.

18 November 2011

Mencicipi "Wuenaak"nya Rujak Cingur di Kantin Pak Hadi

Rujak Cingur? Ya benar, ini makanan khas Jawa Timur – terutama daerah Surabaya dan Malang – yang sudah tidak asing lagi. Tetapi, bagaimana kalau kita kangen makanan ini saat berada nun jauh dari daerah asalnya? Tentunya diperlukan keahlian tersendiri untuk berburu makanan (kuliner), sampai menemukan tempat yang pas dengan selera dan keinginan kita. Nah, untuk yang sudah ngebet pengen rujak cingur wuenaak di wilayah Jakarta, ini ada referensi dari detikfood yang patut dicoba.

Salah satu rujak cingur legendaris dari kawasan Menteng ini memang selalu bikin kangen. Ulegan bumbunya yang dicampur dengan petis udang kental kecokelatan. Setelah diaduk dengan sayuran plus cingur yang kinyil-kinyil empuk, gurih,sedikit manis dan pedas. Wuenaak tenan!

16 November 2011

Membedah Legenda Asal Usul Rawon Setan


Pernah dengan Rawon Setan? Jelas pernah dong, karena rawon – ini masakan khas Jawa Timur, yang berbentuk sup dengan dominasi warna hitam, karena bumbu kluwek-nya – yang diembel-embeli kata “setan” di belakangnya ini sudah membuka cabang di seantero negeri. Saya sendiri, karena penasarannya, sudah menyempatkan diri mencicipi masakan ini di resto Rawon Setan Mbak Endang, yang ada di Jalan Alternatif Cibubur, Jakarta Timur, beberapa bulan silam.

Nah, kenapa dinamakan Rawon Setan, itu yang perlu ditelusuri sejarahnya, hehehe... Dan Alhamdulillah ya, dapat juga satu cerita (yang tidak perlu diperdebatkan lagi kebenarannya) tentang asal usul Rawon Setan, dari portal wisata dan kuliner JalanAsyik.
Benini ceritanya :

15 November 2011

Di Malang, Pak Bondan (ternyata) Suka Nasi Madura


Sering sekali saya ditanya tentang makanan kesukaan saya bila sedang berada di Malang. Entah kenapa pula, setiap kali saya jawab bahwa favorit saya adalah Nasi Madura di Warung Buk Matirah, maka orang seperti tidak percaya bahwa memang itulah masakan yang wajib saya makan bila sedang berada di Malang. Nasi campur khas Madura ini lazim disebut sebagai Nasi Buk oleh orang Malang.

Tempatnya memang sangat sederhana. Warung kecil di dekat Stasiun KA Malang ini sebetulnya berawal dari lapak di ujung Gang Semarang. Lucunya, setelah Buk Matirah pindah ke tempatnya yang baru, seorang penjual Nasi Madura yang lain pun mengisi tempat yang ditinggalkan Buk Matirah. Siapa tahu bakal dapat "sawab"-nya juga?

12 November 2011

Nikmatnya Kuliner di Sepanjang Pantura Jawa Timur

Jika melewati jalur lintasan ini selama mudik, ada beberapa tempat buat pencinta kuliner yang bisa disinggahi untuk mengisi perut. Yuk, intip disini!

Setelah lintasan yang cukup panjang, kota besar pertama yang kita singgahi di Jawa Timur adalah Tuban. Bila sudah kelaparan, dan agar tidak kesasar ke mana-mana, tempat yang paling mudah dicari adalah RM Pangestune, di jalan utama yang berhadapan dengan pantai (Jl. Semarang 1, seberang Hotel Purnama, 0356 411145. RM Pangestune menyajikan masakan Jawa Timur-an istimewa.

16 Agustus 2011

Kuliner Kota Malang : Bakso dan Soto Geprak Mbah Djo


Bakso geprak dan soto geprak Mbah Djo adalah salah satu kuliner tempo dulu yang dimiliki oleh kota Malang. Rasa serta kualitas masakan benar-benar lain dibandingkan dengan bakso atau soto pada umumnya karena menggunakan cara pengolahan serta resep rahasia sejak tahun 1935.

Bakso dan Soto Geprak Mbah Djo adalah suatu produk olahan daging yang diperkenalkan pertama kali di kota Malang oleh seorang mbah Djo muda pada tahun 1935. Dan rahasia itu baru terungkap oleh anak cucu cicit beliau lewat tulisan tangan resep rahasia beliau.

07 Agustus 2011

Mantabnya Kedai Kopi Bersuasana Pecinan Jadoel


Jika Anda tinggal di Bintaro-Bekasi-Bogor-Depok dan lainnya, sudah pasti anda berlomba lomba berangkat sepagi mungkin untuk menghindari kemacetan parah di Jakarta. Alhasil sampai di kantor pun, kepagian!!! Bahkan lebih pagi dari satpam yang bertugas membuka pintu kantor. Kalau sudah gini tak salah nongkrong deh di kedai terdekat. Biasanya pasti kedai kopi. Sambil mengisi energi, karena kopi biasanya dapat memberikan efek kebugaran hingga beberapa jam mendatang.

Kedai Kopi Doeloe sejak 1959 di kawasan Kota Tua, tepatnya di Jl. Roa Malaka Jakarta Barat ini tampaknya bisa menjadi tempat menunggu paling pas. Oya, tulisan sejak 1959 sendiri hanyalah sebuah simbol. Meski kedai ini baru buka di tahun 2010, namun sejatinya kedai ini telah ada di Medan sejak tahun 1959 dengan nama Kopi Deli. Namun kedai ini sempat tutup beberapa tahun dan akhirnya terpikir untuk membuka lagi, namun di Jakarta. Jadilah tulisan tersebut di pasang kembali, 1959. Karena kedai ini memang hanya menjual kopi Medan dengan teknik seduh tradisional seperti digunakan di Kedai Kopi Deli dahulu.

Disini, suasananya, pecinan jadoel, selaras dengan lagu-lagu oriental yang diputar pelan. Tenang sekali. Lalu sembulan aroma kopi Medan lamat lamat akan memenuhi rongga hidung, harum sekali. Tajam dengan sedikit aroma asam yang rapuh.

Kopi Tunggal, Kopi Luwak dan Kopi Brownies

Pecinta kopi pasti tak sabar untuk merasakan nikmatnya kopi tunggal. Kopi yang diyakini dapat menambah vitalitas kaum pria. Tak menyia-yiakan kesempatan, saya pun memesan kopi yang juga biasa di sebut "kopi lanang" ini. Rasanya? Halus tidak terlalu kuat namun memiliki rasa kafein yang cukup tajam. Mantap! Dan karena kopi yang ada disini semua dalam bentuk biji kopi dan baru digiling ketika ada pembeli, maka rasa kopinya sangat segar. Ini terasa dari berfungsinya seluruh indera perasa di lidah saya yang mampu menangkap rasa manis sekaligus pahit dan asam pada secangkir kopi murni tanpa gula ini.

Di sebut kopi tunggal atau kopi lanang, karena secara fisik, kopi ini memang berbeda dengan kopi lain yang terbelah dua. Biji kopi ini berbentuk bulat dan tunggal. Biasanya didapat dari jenis kopi Robusta. Paling cocok diminum di udara dingin, seperti ketika tahun lalu saya ke Banyuwangi, di daerah perkebunan kopinya (milik Pak Iwan), saya mencicip kopi tunggal dan sangat enak di badan. Jadi hangat.

Sebagai tambahan, kopi lanang ini paling enak diseduh secara tubruk. Tak usah coba-coba diseduh bersama dengan susu atau cream, karena usaha anda justru akan merusak rasa dan aroma kopi tunggal yang tajam. Cukup diseduh saja dengan air panas, tunggu 4 menit dan aduk lalu nikmati tanpa gula atau sedikit saja gula jika tidak tahan pahit.

Selain kopi tunggal disini juga ada kopi luwak. Tapi saya tidak mencoba karena kopi luwak sudah bisa dipastikan rasanya sangat enak, dengan aroma lembut dan manis alami yang benar benar manis tanpa bantuan gula. Saya memesan kopi lain yang bernama kopi brownies.

Brownies manis yang ditutup dengan ice cream vanilla dan digarnis mini cup cakes kemudian diguyur kopi tubruk yang sudah dipisahkan dari ampasnya. Ceeessss … manis yang berpadu dengan pahit dan panas yang menyatu dengan dingin. Rasanya nikmat tiada tara. Buat yang tidak ingin kopinya menjadi terlalu kental saya menyarankan untuk tidak mengaduk ke empat komponen dalam cangkir tersebut.

Makanlah satu persatu dengan sendok dan nikmati vanila kopi dan brownies kopi yang lembut. Sungguh acara ngopi yang luar biasa. Harga kopi tunggal Rp 18.000 per gelas dan kopi brownies Rp 15.000 per gelas.

Makanan Unggulan

Harga kopi mi doeloe Rp 18.000. Hidangan khas Tio Ciu ini dijamin akan membuat anda kangen untuk datang dan datang lagi. Pasalnya anda cari dimana pun mi ini, nggak akan ada yang menjual dengan rasa yang sama. Karena kekuatan masakan ini dimana pun diseluruh dunia, adalah terletak pada racikan mi-nya yang home made.

Mi yang terbuat dari tepung beras ini sudah langsung bercampur dengan aneka rempah dan bumbu dapur. Jadi ketika memasak, benar-benar tak perlu diberi bumbu apa-apa lagi. Hanya tinggal sayur yang ditumis dengan minyak bawang, kemudian mi dimasukkan dan langsung disajikan hangat. Rasaya? Gurih aroma minyak bawang dan sayur sayuran yang ditumis seperti aroma wortel, daun bawang dan taoge yang lembut.

Selat Popiah Rp 12.000 per 5 biji. Jajanan atau makanan kecil khas Medan yang cukup susah dijumpai di Jakarta akan kita jumpai disini. Hm,… luar biasa. Rasanya enak sekali. Adonan kue yang dibentuk mangkuk kemudian diisi dengan aneka tumisan sayur segar. Mantab! Untuk bisa mencoba makanan ini sendiri, anda perlu bersabar sebentar, karena mesti masuk dalam kategori makanan ringan, tapi selat popiah ini benar benar baru akan diracik ketika anda memesan. So dijamin selat popiah yang ada di meja anda dalam keadaan panas dan dengan sayur yang segar.

Lumpia dan Risoles

Selain selat popiah yang baru dibuat ketika anda memesan, lumpia dan risoles juga benar benar baru dibuat isinya dan kemudian digulung dengan kulitnya lalu digoreng begitu anda memesan. Rasanya? Tentu lumpia dan risoles hangat rasanya sangat nikmat. Dengan garing kriuk kulitnya yang home made, kemudian berbaur jadi satu dengan isiannya.

Selain ketiga makanan diatas, disini juga ada siomai ayam udang yang benar benar seharusnya sebuah siomai, yaitu berisi daging bukan tepung. Kres-nya dapet banget. Apalagi ketika dicocol dengan saus home made-nya. Nyaaam. Saya juga coba pisang lumpia dan roti bakarnya. Roti bakar keju tape-nya, bikin merem melek. Tapenya juga home made loh.

Oya selain kopi, disini anda juga dapat menikmati aroma harum dan nikmatnya teh cina yang di seduh dengan teknik kung fu cha. Dimana, kedai ini memang bekerja sama dengan kedai teh Siang Ming yang sudah terkenal akan kung fu cha-nya. Selamat menikmati…
***
sumber: travel.kompas.com

23 Juli 2011

TIPS: Cara Sehat Makan Junk Food


Siang ini berencana makan junk food? Makanan berkalori dan berlemak tinggi ini banyak digemari orang. Karena rasanya yang gurih, renyah dan enak. Di balik ancaman resiko terkena obesitas, junk food masih bisa disiasati agar tetap bernutrisi dan sehat.

Makanan siap saji memang menawarkan menu yang sangat menggugah selera. Rasa gurih enak dan praktis membuat orang menyukai menu junk food. Makanan ini tak perlu dihindari, sekali-sekali bisa tetap Anda nikmati. Ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menyiasati agar junk food tetap jadi sehat dan enak.

Salad
Sebagian besar restoran cepat saji menawarkan menu lain selain burger dan kentang goreng. Ada pilihan menu dengan campuran sayuran yang bisa menjadi pilihan sehat. Misalnya garden salad, coleslaw atau burger dengan selipan sayuran segar. Menu ini bisa Anda pilih karena berbahan segar.

Saus Pelengkap
Jika memesan burger, usahakan untuk menghindari atau mengurangi keju, saus tomat, mayonise dan mustard serta mentega. Karena jenis produk ini akan menambah kalori ekstra. Pilihlah tambahan selada atau tomat untuk menambah kubutuhan nutrisi pada tubuh.

Coba tempat baru
Makan junkfood hampir setiap hari? Cobalah untuk beberapa hari mencoba menu berbeda di beberapa gerai makanan lainnya. Pasti Anda akan menemukan tempat makan yang lebih enak dan juga lebih sehat.

Produk biji-bijian
Kini banyak restoran siap saji yang menawarkan produk olahan dari biji-bijian. Misalnya roti gandum, atau muffin gandum. Ini bisa jadi salah satu pilihan tepat sebagai makanan sehat.

Panggang
Hindari memesan makanan yang digoreng, karena identik dengan lemak, dan kalori serta jumlah minyak yang banyak. Pilihlah menu yang dipanggang, seperti sandwich ayam panggang, tanpa mayo, keju dan daging asap. Selain berprotein juga tetap sehat.

Dessert
Terbiasa selalu pesan menu penutup seperti brownies atau es krim? Untuk menghindari jumlah kalori yang tak diperlukan, pilihlah es krim dengan porsi kecil atau brownies polos dengan tambahan irisan buah segar.
***
sumber: detikfood.com

20 Juli 2011

Panduan Menjelajah Tempat Makan Favorit di Kota Malang

Judul buku: "Buku Panduan Wisata Kuliner - Peta 50 Tempat Makan Makanan Favorit di Malang"
Pengarang: Haryo Bagus Handoko
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal buku: 136 halaman
Tahun terbit: Cetakan pertama, Maret 2009
***

Kota Malang merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki banyak potensi, antara lain adalah potensi pariwisata. Kota yang berpenduduk hampir satu juta jiwa ini dikenal sangat kaya akan cita rasa pendidikan, kebudayaan, seni, dan juga pesona kulinernya. Tak heran kota yang satu ini menjadi tujuan wisata baik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kota yang berhawa sejuk ini bahkan namanya cukup dikenal di benua Eropa, khususnya di negeri Belanda.


17 Juli 2011

Mi Yamien 88 Cijantung, Enaknya Sampai Ke Jantung

Mi Yamin memang tidak sepopuler mi ayam. Namun, santapan satu ini mulai banyak disukai orang karena citarasa yang berbeda. Nah, Anda ingin mencicipi mi yamin yang enak? Singgah saja ke Kedai Yamien 88 Cijantung di Cijantung, Jakarta Timur.

Kalau Anda hobi menyantap mi ayam, tak ada salahnya mencoba kenikmatan mi yamin. Kedua masakan ini boleh dibilang serupa namun tak sama. Bedanya, mi ayam disajikan dengan kuah, sementara mi yamin dihidangkan tanpa kuah alias kering. Mi yang dihidangkan pun sudah bercampur dengan berbagai bumbu yang ada.

16 Juli 2011

Warung Rujak Cingur Bu Nur Aini, Langganan Selebritis



Jika Anda berkunjung ke Surabaya belum afdol jika tak menikmati menu masakan satu ini. Rasanya yang lezat dengan tambahan buah-buahan yang ada di dalamnya menjadikan makanan yang biasa di sebut rujak cingur ini begitu digemari.

Rujak cingur merupakan makanan tradisional Surabaya. Makanya kalau ada turis asing atau lokal yang datang ke Surabaya tapi belum mencoba Rujak Cingur, sepertinya ada yang kurang. Setidaknya itu yang diungkapkan Hj. Dra Nur Aini Yakin, yang punya warung Rujak Cingur di Jalan Raya Sedati Gede No 66 Sedati-Juanda Surabaya.

Di Surabaya sendiri, rujak cingur buatan Nur Aini sudah terkenal karena mereka bekerjasama dengan pihak maskapai penerbangan dalam penyediaan katering untuk para penumpang. Jadi, bila Anda sedang bepergian dengan menggunakan jasa penerbangan ke Surabaya dan mendapatkan menu makanan rujak cingur, menu inilah buatan Aini.

Selain menyajikan rujak cingur, para penikmat kuliner juga bisa menikmati beberapa menu lain yang disediakan Nur Aini di warungnya, seperti: aneka rujak, gule kikil, krengsengan kambing, lontong mie, ayam goreng penyet, bebek goreng penyet dan gado-gado.

Sekali menyantap menu masakan ini, dipastikan lidah penikmat kuliner tak bisa berhenti menikmatinya. Pasalnya, selain rasanya enak nan lezat, rujak cingur buatan Aini ini dipastikan dapat membuai lidah Anda.

Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur), bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang.

Setelah semua bahan terkumpul, lalu dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng dan garam. Kacang tanah inilah yang menambah kesempurnaan menu satu ini, karena rasanya bisa bertambah gurih.

Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.

Cingur itu adalah tulang rawan hidung sapi, inilah alasan kenapa makanan ini dinamakan rujak cingur. Rasanya agak kenyal-kenyal tapi enak untuk dimakanan, apalagi kalau dicampur dengan bumbu-bumbunya.

Jadi, jika Anda sedang jalan-jalan ke Surabaya, tak ada salahnya sekali-kali mampir untuk menikmati masakan khas arek-arek Suroboyo ini di warung Nur Aini. Dengan hanya mengeluarkan kocek dari mulai sepuluh ribu rupiah, dijamin para penikmat kuliner sudah bisa menikmati lezatnya masakan tradisional Surabaya ini.

Mau tau siapa saja yang sudah singgah di warung Nur Aini? Kalau penasaran, anda bisa melihatnya di depot rujak Bu Nur Aini, dinding yang dipenuhi foto berpigura, seolah menjadi saksi rujak cingur ini dikunjungi oleh sejumlah tokoh terkenal, mulai artis Surya Saputra, Rudi Chaerudin hingga sejumlah Menteri. Seru kan ?
***

sumber: poskota.co.id

13 Juli 2011

Kuliner: Nasi Puyung Khas Lombok, Pedasnya Mantap!

Berbicara makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), lidah kita mungkin akan langsung mengenang lezatnya ayam bakar Taliwang. Ayam yang termahsyur dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Lombok itu bahkan sudah banyak ditemui di kota-kota lain seperti Jakarta dan Bandung.

Namun, selain ayam Taliwang, Lombok juga memiliki satu menu masakan yang tak kalah menggodanya yakni Nasi Puyung. Dan bisa jadi Nasi Puyung ini hanya bisa Anda jumpai di Pulau Lombok. Jadi, jika Anda berkesempatan berada di Lombok, jangan lewatkan santapan segar dan bikin keblinger ini.

Nama Nasi Puyung diambil dari nama daerah asalnya yakni Kampung Puyung, Lombok Tengah, NTB. Pelopor pembuat Nasi Puyung ini merupakan seorang penjual nasi yaitu Papuk Isum yang berasal dari kampung Puyung. Dia sudah berjualan Nasi Puyung sejak tahun 1980-an dan kini usahanya kian membesar dan sudah ditangani oleh anak dan cucunya. Karena kelezatannya, Nasi Puyung kian menjamur hingga ke pusat kota seperti di Mataram, Lombok Barat.

Di Mataram, nama kedai yang asli berasal dari Kampung Puyung adalah Nasi Balap Puyung Inaq Esun. Kedai sederhana ini terletak di depan Hotel Grand Legi, Jalan Sriwijaya, Mataram dan buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00.

Menurut salah satu penjaga kedai itu, untuk menjaga keaslian rasa, Nasi Puyung langsung diambil setiap pagi dari Kampung Puyung, Lombok Tengah. Nasi Puyung di kedai ini asli dikelola oleh generasi ketiganya dari Kampung Puyung. Setiap pagi, lauk pauknya diambil dari Puyung. Kecuali nasi, yang dibuat sendiri di kedai.

Penampilan Nasi Puyung tidak terlalu istimewa dengan nasi putih yang diletakkan di atas daun pisang. Tetapi, kenikmatan Nasi Puyung ini justru terletak pada lauk pauknya yang terdiri dari sambal, kedelai goreng, suwiran, dan daging ayam cincang serta kelapa parut. Sebagaimana masakan Lombok lainnya yang terkenal pedas, Nasi Puyung ini mungkin ada di peringkat tertinggi soal kepedasannya.

Uniknya, saat pertama menyantap daging ayam cincang yang sudah dilumuri sambal, rasanya renyah tidak terlalu pedas. Mulut pun seakan tak bisa berhenti mengunyah. Satu demi satu ayam cincang itu masuk ke dalam perut. Namun setelah beberapa menit kemudian bisa jadi perut mulai terasa panas.

Biasanya, dua gelas teh tawar hangat pun sukses menemani santapan Nasi Puyung yang harganya hanya Rp 8.000 ini. Dan rasa pedas itulah yang hingga kini dipertahankan sejak tahun 1980-an. Kuncinya ada pada cabai kering khas Lombok. Rasa pedas kelas wahid!
***