Tampilkan postingan dengan label Louis Vuitton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Louis Vuitton. Tampilkan semua postingan

03 Juni 2010

Kasus Merek Dagang: Google Menang dari Louis Vuitton

Gugat menggugat – dengan klaim merek dagang sebagai kekayaan intelektual yang tidak boleh dipergunakan pihak lain – di dunia maya, ternyata tidak hanya melibatkan perusahaan raksasa dan pribadi-pribadi pengguna internet semata. Seperti yang terjadi beberapa waktu silam, saat seorang blogger Indonesia digugat perusahaan Sony (Jepang) karena menggunakan domain yang (sebagian) mirip nama perusahaan tersebut.

Kasus yang lebih besar, yang terjadi beberapa bulan lalu, adalah saat The European Court of Justice ( ECJ) – Pengadilan Tinggi Eropa – memenangkan perusahaan raksasa pencari di internet Google, atas Louis Vuitton dalam kasus merek dagang. Kasus ini menjadi menarik, karena telah bergulir selama lima tahun belakangan ini, sebelum akhirnya berakhir di ECJ. Apalagi Google juga tengah ada kasus dengan pemerintah China, sehingga ini merupakan angin segar bagi Google.

Terbukanya kasus ini lantaran pemilik merek dagang Louis Vuitton merasa dirugikan oleh Google dengan sistem AdWords-nya. Soalnya, sistem ini memperbolehkan pengiklan online untuk membeli kata kunci tertentu, termasuk merek terdaftar. Tentu saja, Louis Vuitton berang karena ternyata para pengiklan online yang memajang kata kunci Louis Vuitton malah menjual produk saingan rumah mode tersebut.

Nyatanya, para hakim memandang Google tidak bersalah atas informasi yang disediakannya kepada pengguna internet ataupun pengiklan. Justru, para hakim mengingatkan para pengiklan online yang menggunakan kata kunci Louis Vuitton, tapi memajang produk lain. Mereka bisa saja menghadapi tuntutan dari pihak yang dirugikan. Artinya, sebuah perusahaan raksasa lagi-lagi harus “berperang” melawan individu-individu yang berbuat curang, dengan mencatut nama dan merek dagangnya.

Asal tahu saja, sistem AdWords merupakan layanan yang penting bagi Google. Sistem ini telah menghasilkan pendapatan sebesar US$ 23 miliar tahun lalu bagi perusahaan pencari internet ini. Nah kan, sudah kebayang kalau ada yang menang gugatan sama Google?
***
sumber: Guardian / Kontan


12 Juli 2008

Dior dan Louis Vuitton Palsu (masih) Ada di eBay

Ini berita tentang situs lelang online eBay, yang dirilis Bloomberg minggu lalu. Yaitu, upaya situs lelang terbesar dunia, eBay Inc, memerangi pemalsuan ternyata belum membuahkan hasil. Bulan ini saja, eBay menghadapi dua protes dari dua produsen besar, yakni LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SA dan Hermes International SA. Kedua produsen produk mewah itu menuntut eBay mengambil langkah cepat untuk menghentikan penjualan barang-barang palsu mereka di situs lelang online tersebut.

LVMH mengklaim, sekitar 90% parfum, jam tangan, dan tas tangan Dior dan Louis Vuitton yang terjual di situs eBay sepanjang 2006 adalah barang palsu. Akibatnya, LVMH menderita kerugian senilai 37 juta euro atau US$ 58 juta. Menurut pengacara LVMH, Didier Malka, sebuah situs harus memberikan informasi yang benar tentang produk-produk yang ditawarkan.

Manajemen eBay sendiri mengaku sudah mengeluarkan dana sekitar US$ 20 juta per tahun untuk program Kepercayaan dan Keamanan konsumen. Mereka juga memiliki sekitar 2.000 karyawan yang tersebar di seluruh dunia untuk mengurangi pemalsuan. Seperti diungkapkan Sravanthi Agrawal, jurubicara eBay, dengan upaya yang sudah dilakukan eBay diharapkan hakim di pengadilan mempertimbangkan usaha eBay dalam memerangi pemalsuan.