Tampilkan postingan dengan label Empu Jamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Empu Jamu. Tampilkan semua postingan

13 Desember 2011

DR. Mooryati Soedibyo, the Professor Herb


It may be that not many women in this country who have the spirit and stamina like you've stepped on this year to 80 years of age. Yes, DR. Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, SS. M. Hum - former President Director of PT. Mustika Ratu Tbk. engaged in traditional industries Drugs & Cosmetics - is the fee that is exemplary figure. At the age of the woman as she was spending more time at home with his grandson granddaughter, Mrs. Moor, so this woman called, precisely still doing business in the fields of industry, and has just finished serving in government as vice chairman of the MPR.

As written daily KOMPAS some time ago (in the Name & Events section), Mrs Moor won achievement (again) as "Professor Herb" (bahasa: Empu Jamu). This, after 33 years of doing business the traditional herbal medicine and cosmetics, DR. BRA. Mooryati Soedibyo (80 years) received recognition from Indonesia World Record Museum (MURI) as the "Professor Herb". At that time, the State Minister of Women Empowerment Meutia Hatta Swasono, MURI awards are handed to the founder of PT. Mustika Ratu Tbk.

17 Mei 2008

DR. Mooryati Soedibyo, Sang Empu Jamu

Bisa jadi tak banyak perempuan di negeri ini yang mempunyai semangat dan stamina seperti Ibu yang tahun ini sudah menginjak usia ke-80 tahun. Ya, DR. Hj. BRA. Mooryati Soedibyo, SS. M.Hum – Presiden Direktur PT. Mustika Ratu, Tbk. yang bergerak di bidang industri Jamu & Kosmetika tradisional – adalah sosok yang terbilang patut diteladani. Di usia yang pada perempuan se usianya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama cucu cucunya, Ibu Moor, begitu perempuan ini biasa dipanggil, justeru masih berkiprah di bidang industri maupun pemerintahan sebagai wakil ketua MPR RI.

Seperti yang ditulis harian KOMPAS hari Selasa kemarin (pada rubrik Nama & Peristiwa), Bu Moor berhasil meraih prestasi (lagi) sebagai Empu Jamu. Ini, setelah 33 tahun berbisnis jamu dan kosmetika tradisional, DR. BRA. Mooryati Soedibyo (80 tahun) mendapat pengakuan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Empu Jamu. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono, menyerahkan pengharaan MURI tersebut kepada pendiri PT. Mustika Ratu, Tbk.

Mooryati, anggota DPD yang membidangi agama, kesehatan, pendidikan, dan perempuan ini “kenyang” denganpenghargaan. Sebut misalnya Upakarti, Kalpataru, dan Satyalencana Pembangunan. Namun, penghargaan MURI sebagai Empu Jamu sangat membanggakan. “Jamu dan kosmetika tradisional adalah kekayaan alam dan warisan budaya. Ini tak saja berperan menjaga kesehatan generasi bangsa, memberdayakan ribuan perempuan, tetapi juga asset nasional. Sejumlah produk jamu dan kosmetika tradisional kini dikenal dunia,” ujar Ibu Moor.

Merintis usaha sejak tahun 1975, sampai sekarang Ibu Moor sudah memproduksi sekitar 800 macam jamu dan kosmetika tradisional. Sekitar 600 diantaranya sudah dipatenkan. “Masih banyak lagi produk (jamu dan kosmetika tradisional) yang terus diteliti dan belum dipasarkan,” tambah perempuan yang meraih gelar Doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.