Tampilkan postingan dengan label Symantec. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Symantec. Tampilkan semua postingan

01 Desember 2009

Dapat Serbuan Email Sampah? Don’t Worry, Ada Penangkalnya

Menjengkelkan, setidaknya rasa itu selalu muncul setiap membuka inbox email, setiap pagi. Bagaimana tidak, antara 50-100 email yang masuk inbox, yang benar-benar email “beneran” tidak lebih dari 20 email. Selebihnya, email sampah – atau SPAM ? – yang nyelonong begitu saja (tentu tanpa aku kehendaki, hehehe…).

Benar, spam alias email sampah memang sulit diredam, apalagi jika email yang kita gunakan tidak menggunakan filter penyaring spam. Tetapi, sudah menggunakan filter penyaring spam-pun, nyatanya email-email sampah tersebut masih saja bisa menyusup.

Dalam beberapa hari ini, aku berusaha mencari penangkalnya. Dan salah satunya adalah satu artikel di detiknet, tentang beberapa jurus yang bisa dilakukan untuk menangkis serbuan email yang direkomendasikan Symantec. Berikut tulisan lengkapnya:

Yang Sebaiknya Dilakukan:

* Berhenti berlangganan dari milis-milis sah jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi. Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan pada saat yang sama. Jangan memilih item yang tidak Anda inginkan.

* Selektif dalam hal situs-situs tempat Anda mendaftarkan alamat email Anda.

* Hindari menampilkan alamat email Anda di Internet. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat tersendiri ketika mendaftar pada milis tertentu, miliki beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau carilah layanan email sekali pakai.

* Dengan menggunakan petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika Anda memiliki pilihan untuk melakukannya.

* Hapus semua spam.

* Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Kami menyarankan untuk mengetik alamat situs langsung pada browser daripada percaya pada link dalam pesan.

* Pastikan bahwa sistem operasi selalu up to date, dan gunakan paket software keamanan yang komprehensif.

* Pertimbangkan solusi antispam yang memiliki reputasi baik untuk menangani penyaringan di seluruh organisasi anda.


Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan:

* Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.

* Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.

* Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan terkemuka tidak mungkin meminta informasi pribadi Anda melalui email. Jika ragu untuk menghubungi perusahaan yang bersangkutan melalui mekanisme independen yang terpercaya, seperti dengan memverifikasi nomor telepon atau alamat Internet yang dikenal yang Anda ketikkan ke jendela browser yang baru (jangan mengklik atau cut dan paste dari link dalam pesan).

* Membeli produk atau jasa dari pesan spam.

* Membuka pesan spam.

* Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email. Bisa jadi itu adalah berita bohong (hoax).


sumber foto: www.jcrdesign.com


08 Desember 2008

Makin Hari, SPAM Makin Merajalela

Sambil mengisi libur akhir pekan yang kali ini lumayan panjang – karena hari Senin ini juga masih libur Idul Adha – tak ada salahnya kalau mengisi blog dengan tulisan ringan, yang tentu saja diharapkan juga banyak memberi manfaat bagi yang membacanya. Kali ini, aku sengaja tidak menulis (buah pikiran) sendiri, melainkan mengambil materi dari Koran Tempo yang terbit hari Rabu, 26 Nopember 2008, yaitu mengenai Spam.

Ternyata, jumlah spam alias e-mail yang tidak diinginkan pada lalu lintas e-mail global ternyata masih sangat tinggi. Berdasarkan laporan bulanan Symantec Messaging and Web Security, jumlah spam pada Oktober mencapai 76,4 persen dari seluruh e-mail.

E-mail spam yang diteliti melalui Symantec Probe Network itu antara lain berisi topik ekonomi, politik, produk, internet, penipuan, sampai pornografi. Negara asal terbanyak adalah Amerika Serikat (29 persen), disusul Turki (8 persen), dan Rusia (7 persen), lalu India, China, dan Korea Selatan masing-masing 4 persen.

Spam berbau ekonomi mengacu pada krisis ekonomi saat ini. Salah satunya berjudul “It’s the economy, stupid!”, yaitu ungkapan yang dicetuskan Bill Clinton pada 1992 saat berkampanye melawan George W. Bush. Adapun spam berisi gambar tak jarang membuat orang terhubung dengan situs phising. Pada politik, spam banyak terkait dengan pemilihan Presiden di Amerika Serikat. Sisanya adalah penawaran barang, e-mail pornografi, judi, dan penipuan.


AddThis Feed Button